Pada dasarnya setiap bidang usaha yang anda geluti dapat membuat anda bebas finansial.Bebas finansial adalah suatu kondisi dimana penghasilan pasif income kita melebihi kebutuhan hidup kita selama sebulan. Salah satu kegiatan yang bisa membuat seseorang bebas finansial adalah menulis.Seperti dilakukan penulis laris JK Rowling,Habiburrahman El-Shirazy, Andrea Hirata, dan lain-lain.
Menulis menjadi aktifitas yang menyenangkan jika dilakukan rileks, juga menulis dengan senyuman akan terasa lebih ringan jika menulis dengan muka cemberut seakan-akan terpaksa. Menulis dengan senyum tak terasa dapat menghasilkan satu buku, sedangkan jika menulis dengan cemberut satu halaman pun terasa berat. Makanya jangan terlepas prinsip ini bahwa menulis itu menyenangkan. Agar menulis menyenangkan cobalah buka mulut anda lebar-lebar : senyumlah sambil menulis itu. Paksakan diri menulis sambil tersenyum. Jadi syarat pertama, menulis produktif :”MENULIS SAMBIL TERSENYUM”.
Sesuatu yang kita hobi menjalankannya akan terasa ringan. Kita akan mengeluarkan segala energi, daya, materi dan non materi untuk menjalankan hobi tersebut. Sebab kita merasa nyaman dengan hobi tersebut. Bahkan lebih dalam lagi bahwa hobi bagian diri dari hidup. Jika hobi tidak dilaksanakan hilanglah sebagian diri ini. Jelas hobi adalah sesuatu yang menyenangkan bagi orang tersebut. Lihatlah orang yang hobi mengkoleksi mobil, ia berani mengeluarkan kocek besar demi hobinya itu. Begitu pula, anda harus menjadikan menulis itu hobi. Sehingga menyenangkan untuk dikerjakan dan terasa ada sebagian diri yang hilang apabila tak menulis. Penulis terkenal Jennie S. Bev berkata menulis bagi saya seperti menghirup udara di dunia. Dengan menulis menjadi hobi maka menulis akan sambil tersenyum. Menyambung ke resep di atas. Jadi syarat kedua, menulis produktif : “MENULIS ITU JADIKANLAH HOBI. CINTAILAH SENI MENULIS DENGAN TERAMAT SANGAT!”
Menulis itu ditentukan berapa banyak halaman yang mesti ditulis. Semakin banyak halaman semakin bagus. Hal itu dituntut dalam diri penulis. Oleh sebab itu, seorang penulis harus jago berkhayal, memperpanjang kata, dan membuat kata-kata yang semenarik-nariknya. Dari satu kata bisa panjang dan menarik. Dari satu maksud bisa panjang dan menarik. Jadi syarat ketiga, menulis produktif : “BELAJARLAH MENULIS DENGAN BERKHAYAL TINGKAT TINGGI, DAN MEMPERPANJANG KATA, DAN MEMBUAT RANGKAIAN KATA YANG MENARIK”
Penulis miskin adalah seorang penulis yang mementingkan kehendaknya tanpa memikirkan kehendak penerbit. Ia ego terhadap diri sendiri. Hingga penerbit tak mau menerbitkan bukunya. Berbeda dengan penulis bebas financial, ia mengalah untuk kehendak dan kepentingan penerbit. Penerbit mau begini mau begitu maka ikutilah. Hingga kita dibayar untuk itu. Mengalah pada kepentingan penerbit juga bisa dilaksanakan dengan cara melihat di toko-toko buku yang terkenal. Lihatlah buku-buku yang best seller, lalu tulislah buku-buku yang serupa atau satu topic dengan buku tersebut. Penerbit akan lebih bersedia menerbitkan buku itu ketimbang buku baru. Syarat keempat, menulis produktif : “MENGALAHLAH PADA PENERBIT”
Untuk menemukan bola lampu, Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan 999 kali. Sebelum menemukan mesin Honda, Soichiro Honda mengalami kegagalan seribu kali. Sebelum dapat menjual resep ayam goreng KFC-nya, Kolonel Sanders mengalami 1000 kali penolakan. Jadi kalau seumpamanya naskah buku kita ditolak jangan putus asa. Revisi lalu ditawarkan pada penerbit lain. Andrea Hirata atau JK Rowling mengalami penolakan naskah bukunya beribu-ribu kali hingga ada satu penerbit kecil yang bersedia menerbitkan bukunya. Pertimbangan penerbit menolak naskah buku kita, seperti tema tidak sesuai dengan yang dibutuhkan penerbit. Maka tulislah tema yang dibutuhkan oleh penerbit. Dan jangan sampai lupa minta nomor telepon editor tersebut. Anda pasti akan membutuhkannya sewaktu-waktu. Jadi, Syarat kelima, menulis produktif :“KEBAL TERHADAP PENOLAKAN”
Ada cara agar ide mengalir terus dan kita menulis terus. Yakni : yakinkan bahwa itu ide terbaik kita dan pasti akan best seller. Orang akan kagum dengan kita. Yakinkan pula kita akan menyelesaikannya dengan cepat dan baik. Lalu tulislah bab perbab dalam garis besar saja. Lalu dituangkan dalam tulisan panjang. Syarat keenam, menulis produktif : “IDE TIDAK MATI. TAPI IA MENGALIR TERUS LAKSANA AIR BAH”
Minggu, 18 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar